Suasana Pembukaan SKN 2025 di Sleman Jogjakarta SAMPIT, - Dua kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kot...
![]() |
| Suasana Pembukaan SKN 2025 di Sleman Jogjakarta |
Keberhasilan Ainnur dan Heru menembus seleksi nasional ini menjadi penanda kualitas kaderisasi di lingkungan Muhammadiyah Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Timur. Mereka berhasil menyisihkan ratusan pendaftar dari seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari 67 peserta yang dinyatakan lolos dalam angkatan perdana program ini. SKN 2025 dirancang sebagai program unggulan untuk mencetak generasi pemimpin bangsa yang beradab, visioner, dan berkemajuan, sesuai dengan amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta.
Pembukaan SKN 2025 yang Sarat Makna
Kegiatan Sekolah Kepemimpinan Nasional 2025, sebagaimana dirilis oleh suaramuhammadiyah.com, secara resmi dibuka di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya di Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (11/11/2025). Acara pembukaan berlangsung khidmat, dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan para tokoh nasional. Suasana kebangsaan begitu kental terasa saat lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, Sang Surya, berkumandang di awal acara.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., yang membuka acara secara langsung, menekankan pentingnya peran pemimpin masa depan dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam pidatonya, ia berpesan agar para kader yang terpilih mampu menjadi motor penggerak transformasi bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila dan ajaran Islam yang berkemajuan.
Selaras dengan itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kurikulum SKN 2025 telah dirancang secara cermat untuk mengintegrasikan misi dakwah Muhammadiyah dengan kepentingan strategis bangsa. "LHKP sudah mendesain kurikulum ini dengan pola yang mengintegrasikan pola dakwah Muhammadiyah dan kepentingan bangsa," ujar Busyro dalam sambutannya. Hal ini bertujuan agar para alumni SKN tetap berada pada koridor utama dalam memimpin, yakni dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang diajarkan persyarikatan.
![]() |
| Ainnur Rahimah dan Heru Fatriyadi pada sesi foto usai pembukaan |
Sementara itu, Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Dr. Ridho Al-Hamdi, M.A., menjelaskan bahwa SKN adalah program perdana yang digagas sebagai ikhtiar (ijtihad) LHKP untuk memberikan ruang bagi calon-calon pemimpin masa depan yang lahir dari rahim Muhammadiyah. Program ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan untuk melahirkan politisi dan pemimpin publik yang berkualitas dan berintegritas. "Semoga program ini ke depan akan menjadi pilot project untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas," tambahnya.
Baca juga : Tembus Seleksi Ketat SKN 2025, Kader AMM Kotim Akui..
Direktur SKN 2025, Dr. Abdullah Sumrahadi, M.Si., turut menyampaikan optimismenya. Menurutnya, SKN dirancang untuk menjadi benteng pertahanan terhadap homogenisasi berpikir yang didorong oleh algoritma teknologi, dengan menekankan pada orisinalitas dan daya kritis. "Kepemimpinan adalah soal integritas, bukan popularitas sesaat," tegasnya saat menyampaikan arah dan tujuan kegiatan.
Dukungan dari Kalimantan Tengah
Kabar lolosnya dua kader dari Kotawaringin Timur ini disambut dengan antusiasme dan rasa bangga oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah di Kalimantan Tengah. Ketua LHKP Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah, H. Muhammad Rizal, S.H., menyampaikan apresiasi yang luar biasa. Menurutnya, persaingan untuk bisa lolos SKN 2025 sangatlah ketat, yang menunjukkan betapa padat dan berkualitasnya pelatihan yang akan dijalani para peserta.
Dalam pesannya kepada kedua kader, Rizal mendorong mereka untuk terus berusaha, kuat, sabar, dan senantiasa berdoa serta bersyukur. Ia berharap ilmu yang didapat selama pelatihan dapat bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan persyarikatan. “Luar biasa, se-Indonesia cuma lolos 67 orang, betapa padatnya pelatihan ini. Selalu berusaha, kuat, sabar, dan berdoa ya, jangan lupa selalu bersyukur. Semoga mendapat ilmu yang banyak, bermanfaat bagi diri, orang lain, masyarakat, dan Lembaga. Okelah, selamat mengikuti dan melaksanakan tugas-tugas, tetap semangat!” tulisnya dalam pesan yang penuh motivasi.
Dukungan serupa juga datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kotawaringin Timur. Ketua PDM Kotim, H. Livenur Hasby, mengaku sangat bangga karena dua kader dari Angkatan Muda Muhammadiyah Kotim terpilih mewakili Kalimantan Tengah di kancah nasional. Menurutnya, ini adalah sebuah pencapaian yang membanggakan dan menjadi bukti keberhasilan sistem kaderisasi di daerah.
“Ini adalah suatu yang membanggakan, di mana dari ratusan calon peserta se-Indonesia yang ikut seleksi, kader AMM Kotim terpilih untuk menjadi peserta SKN 2025,” ujar Livenur. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi kader-kader lain di Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Timur, untuk terus berprestasi di tingkat nasional. “Semoga ke depan kader-kader dari Kalteng, khususnya Kotim bisa terus terpilih di ajang nasional seperti SKN ini agar kualitas kader Muhammadiyah Kotim dalam masalah kepemimpinan akan semakin baik ke depannya,” pungkasnya.
Keikutsertaan Ainnur Rahimah dan Heru Fatriyadi dalam SKN 2025 yang akan berlangsung hingga 23 November mendatang diharapkan dapat membawa angin segar bagi pengembangan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga harapan besar dari Muhammadiyah dan masyarakat di daerah agar kelak dapat berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa dan negara. [Kz]



Tidak ada komentar