Page Nav

HIDE

Pages

Ads Place

https://www.uhamka.ac.id/reg

Asah Keterampilan Tenaga Kesehatan, Lewat In House Training Spiritual Care Dan Neuropsikospiritual

Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, Kalimantan Tengah melalui Bagian Sumber Daya Insani (SDI) mengadakan "ln House Trainin...


Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, Kalimantan Tengah melalui Bagian Sumber Daya Insani (SDI) mengadakan "ln House Training Spiritual Care dan Neuropsikospiritual". Pada Rabu, 27 Agustus 2025, di aula lantai III. Kegiatan ini diikuti 26 peserta yang terdiri dari para Manager, para dokter, perawat, bidan, serta para fisioterapi. Acara ini langsung dibuka oleh wakil direktur keuangan, SDI dan Kemuhammadiyahan, Drs. Mulyono. M.Pd.

Dalam sambutannya, Mulyono menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya memberikan layanan prima kepada masyarakat yang berobat (pasien) khususnya pasien rawat inap di RS Islam PKU Muhammadiyah Palangkaraya, sehingga ini juga menjadi karakter (ciri khusus) bahwa dalam memberikan pelayanan kita juga perlu memperhatikan psikologi, sosial, bahkan spritual. 

“Kegiatan seperti ini harus kita lakukan agar RS Islam PKU Muhammadiyah tetap eksis dalam menjawab tantangan khususnya pada abad 21 ini, pelayanan prima (holistik) itu mudah diucapkan tapi ternyata ketika dilapangan banyak yang tidak terlaksana. Jadikan kegiatan ini untuk belajar bersama mengali potensi atau memadukan antara medis, psikologi, sosial bahkan spritual sehingga pasien yang dirawat bisa sehat lahir dan batin," ungkapnya, Saat membuka acara resmi. 


Sesi pertama kegiatan  diisi oleh Muhammad Fitriani, S.HI., bersama tim dari bina rohani, menyampaikan Spritual Care merupakan bagian satu kesatuan dalam pelayanan yang wajib kita ketahui dalam pelayanan kesehatan. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Tidak hanya berupa fisik, namun juga dilengkapi oleh komponen biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Jika pada saat kondisi sehat, kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan baik, lantas, bagaimana jika seseorang dalam kondisi sakit, khususnya pasien-pasien yang memiliki penyakit yang serius dan dirawat diruang perawatan intensif, maka sangat memerlukan pelayanan paliatif secara holistik. 

“Pasien yang berada di ruang rawat intensif umumnya tidak sadarkan diri, Kondisi ini berdampak secara  psikologis, sosial, dan spiritual. Seringkali kondisi tersebut menimbulkan ketidakberdayaan dan keputusasaan pada pasien dan pada akhirnya jatuh dalam kondisi putus asa (tanpa arah tujuan) dimana pasien sudah tidak lagi percaya pada Tuhan, tidak lagi melakukan ibadah, dan hilang pengharapan terhadap Tuhan, maka proses penyembuhan ini sangat dibutuhkan keperawatan spritual, tidak hanya terbatas pada ritual peribadatan misalkan berdoa, tayamum, serta beribadah (sholat) dalam keadaan sakit saja serta mentalqinkan, tapi ada komunikasi terbuka yang melibatkan pihak keluarga pasien,“ ujarnya. 

Ditambahkan oleh dr. Dini Mirsanti, Sp.KJ., menyampaikan ketika seseorang dalam kondisi sakit, maka jiwa dan raganya merasakan goncangan sehingga tidak memberikan kenyamanan baik dari segi fisik namun juga secara psikologis dan spiritual, sehingga pasien yang dirawat kadang sedih, murung bahkan ada yang teriak histeris. 

“Optimalisasi terhadap perawatan berbasis spiritual/religious dapat memberikan manfaat jangka panjang dan berdampak bagi meningkatnya kualitas hidup tidak hanya bagi pasien namun juga keluarganya,Tenaga kesehatan sebagai praktisi utama dari perawatan dapat melakukan intervensi secara optimal agar pasien mampu berinisiatif serta membentuk perilaku spiritual dan agamis untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup,” ujarnya. 

Ditambahkan, oleh dr. Dini Mirsanti Sp. KJ. dalam perawatan Holistik dapat mengantarkan  pasien menerima kondisinya, merasa nyaman, dan dapat menatap masa depan yang lebih terarah sehingga semangat itu tercipta kembali, kalau pun pasien meninggal dunia dengan cara seperti ini dapat (memfasilitasi) untuk mengantarkan pasien pada kematian yang damai.

"Kolaborasi semua bagian (unit) sangat diperlukan dalam memotivasi, menyakinkan pasien untuk sembuh dari penyakitnya atau meningkatkan kondisi kesehatannya, bahkan dapat membuat pasien menerima kondisinya masa yang akan datang" tambahnya. 

World Health Organization (WHO) sejak satu dekade lalu telah menetapkan resolusi untuk memperkuat penerapan perawatan paliatif yang menjadi bagian dalam komponen perawatan kesehatan yang holistik dan komprehensif. Perawatan paliatif umumnya dilakukan kepada pasien dengan penyakit yang mengancam nyawa, bentuk perawatan yang bersifat menyeluruh karena tidak hanya memberikan kenyamanan dari segi fisik namun juga secara psikologis dan spiritual. (mf)

Tidak ada komentar

Ads Place