Sebagai bagian dari organisasi Muhammadiyah yang berperan penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia, Pemuda Muhammadiyah mem...
Dukungan politik adalah hak setiap individu, termasuk anggota Pemuda Muhammadiyah. Setiap orang berhak untuk memiliki pandangan politik dan menyatakan dukungannya terhadap calon kepala daerah yang diyakini mampu membawa perubahan positif. Namun, ketika berbicara atas nama organisasi, perlu ada pembatasan yang jelas.
Pertama, keterlibatan organisasi dalam politik praktis dapat menimbulkan konflik kepentingan dan merusak kredibilitas organisasi. Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang independen dan netral, tidak terikat oleh kepentingan politik praktis. Jika Pemuda Muhammadiyah sebagai bagian dari organisasi ini mulai menyuarakan dukungan politik, hal ini bisa dianggap sebagai keterlibatan organisasi secara keseluruhan. Akibatnya, independensi dan netralitas yang selama ini dijaga bisa dipertanyakan.
Kedua, menyuarakan dukungan politik atas nama organisasi dapat memecah belah anggota. Pemuda Muhammadiyah terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang dan pandangan politik yang beragam. Dukungan yang diberikan oleh organisasi kepada salah satu calon kepala daerah tertentu berpotensi menyebabkan perpecahan internal, pasalnya tidak semua anggota memiliki pandangan politik yang sama, anggota yang tidak setuju tentu akan merasa diabaikan atau tidak dihargai pandangannya.
Ketiga, dukungan politik individu yang membawa-bawa nama organisasi berpotensi merusak ritme dan hubungan baik organisasi yang selama ini dibina dengan semua kalangan. Dan hal ini tentu akan membawa efek yang tidak baik bagi eksistensi organisasi di mata khalayak umum.
Di tengah berbagai heterogenitas pandangan kader terhadap pilihan politik sudah seharusnya, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah di semua level tingkatan harus tetap menjaga netralitasnya dalam Pilkada. Setiap individu kader diperbolehkan dan justeru didorong untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi sebagai individu.
Mereka dapat menyatakan dukungan pribadi terhadap calon yang dianggap terbaik, namun tidak atas nama organisasi. Dengan cara ini, Pemuda Muhammadiyah dapat terus berkontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar organisasi.
Dalam era demokrasi yang dinamis ini, peran organisasi sosial dan keagamaan seperti Muhammadiyah sangatlah penting. Oleh karena itu, menjaga integritas dan netralitas Pemuda Muhammadiyah dalam Pilkada adalah langkah bijak yang harus diambil. Ini bukan hanya demi menjaga keutuhan dan kredibilitas organisasi, tetapi juga demi kepentingan bangsa yang lebih besar.
Penulis:
Achmad Julianto
(Ketua PDPM KOTIM yg sebentar lagi akan purna tugas dikepengurusan)
Tidak ada komentar